Tak terkenal di dunia, tapi terkenal di langit.
sumber : http://pustakahikmah.unpad.ac.id/?p=33
Siang itu sepulangnya dari sekolah, anakku dan seorang temannya dengan heboh menceritakan pengalamannya mengikuti peringatan isra mi’raj di sekolahnya.
“Om, om….. tadi rame deh di sekolah. Pencermahnya terkenal, dan memang ceramahnya bagus. Lucu…. Jadi kita ngak ngatuk mendengarkannya. Aku juga nanti ingin menjadi seorang da’i yang terkenal seperti itu……
“Begitu ya..? Lalu sebagai da’i, keterkenalan itu akan kau pergunakan untuk apa ?” jawabku menanggapi.
Kali ini, teman-anakku ini mati kutu. Ia tidak bisa menjawab. Ah kasihan juga anak itu.
Mendengar tanggapanku pada temannya, anakku sudah senyum-seyum saja. Rupanya ia sudah terbiasa dengan pancingan-pancinganku.
“Kemarilah anakku. Duduklah dekat denganku….”. Aku memanggil keduanya untuk memberikan nasehat.
“Anak-anakkku, niatmu untuk menjadi da’i yang menyebarkan kata-kata Allah kepada umat manusia adalah sesuatu yang baik. Janganlah kebaikan itu dikotori dengan niat ingin terkenal, yang bukan karena Allah. Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah, siapa saja yang ingin terkenal.
Kalaupun engkau terkenal, maka hal itu seyogianya bukan sesuatu yang engkau kejar, melainkan akibat dari dakwahmu yang baik.
Berhati-hatilah anakku, keterkenalan seringkali melahirkan kesombongan dan riya. Dan seorang shaleh pernah berkata : “ Siapa saja yang merendah diri maka Allah akan memuliakannya, dan siapa saja yang sombong (besar kepala), maka Allah akan menghinakannya.”
Ketahuilah anak-anakku, Allah tidak hanya berkasih sayang dengan hambanya yang terkenal, tetapi Allah bahkan lebih berkasih sayang dengan hambanya yang taqwa, yang tersembuyi (tidak terkenal / al akhfiya), yang bila tidak ada - ia tidak dicari, dan bila hadir - tidak dipanggil, dan tidak terkenal. Walaupun demikian, hati mereka bagai pelita hidayah, mereka terhindar dari kegalapan dan kesukaran.
Mari, om ceritakan sebuah hadist :
Abu Hurairah ra. Berkata : Ketika kami di majelis Rasulullah saw, tiba-tiba rasulullah berkata : Besok pagi akan ada seorang ahli surga yang sembahyang bersama kamu. Abu Hurairah berkata : aku berharap semoga akulah orang yang ditunjukkan oleh Rasulullah itu.
Maka pagi-pagi aku shalat di belakang Rasulullah saw, dan tetap tinggal di majelis setelah orang-orang lain pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain compang-camping datang berjabat tangan dengan Rasulullah saw sambil berkata : Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah berdoa, sedang kami mencium bau kasturi dari badannya.
Kemudian aku bertanya, “Apakah orang itu, ya Rasulullah ?” Nabi menjawab, “Ya, benar. Ia hamba sahaya dari bani fulan. Abu Hurairah berkata : Mengapa ia tidak kau beli dan kau merdekakan ? Nabi menjawab, “Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, jika Allah telah membeli dirinya dan akan menjadikannya raja di surga. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya di surga itu ada raja-raja dan orang-orang terkemuka, dan orang ini adalah seorang raja dan terkemuka di surga.
Hai abu Hurairah, sesungguhnya Allah berkasih sayang dengan mahluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut, yang kempes perut kecuali dari hasil yang halal, yang bila masuk kepada raja – ia tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan – ia tidak diterima, bila ia tidak ada – ia tidak dicari, bila ia hadir – ia tidak dihiraukan, bila ia sakit – ia tidak dijenguk, bahkan bila ia mati – tidak dihadiri jenazahnya.
Kemudian sahabat bertanya, “Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka.” Nabi menjawab, yaitu Uwais Al Qarny, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sedang tingginya, dan selalau menundukkan kepalanya sambil membaca Al Qur’an. TIDAK TERKENAL DI BUMI, TETAPI TERKENAL DIANTARA PENGHUNI LANGIT. Andaikan ia bersungguh-sungguh meminta kepada Allah, pasti diberi-Nya. Di bawah bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai Umar dan Ali, jika kamu bertemu padanya, maka mintalah kepadanya supaya membacakan istighfar untukmu.”
Nah, anak-anakku, tentunya kalian mengerti cerita di atas bukan ? Kalau sudah mengerti, kita lanjutkan.
Anakku, terdapat sebagian orang yang tidak memperdulikan pandangan orang terhadap dirinya. Apa-apa yang dilakukannya hanyalah ditujukan untuk Allah dengan sepenuh-penuh ikhlas. Mereka adalah orang-orang yang memahami benar bahwa beramal - [sekecil apapun itu] - semata-mata untuk Allah ta’ala saja. Tidak untuk yang lain. Dan mereka selalu menghiasi setiap zaman. Namun begitulah, tidak mudah menjumpai mereka, sebab … Mereka adalah orang-orang yang tersembunyi (al-akhfiya).
Orang-orang seperti mereka benar-benar tidak pandai bertingkah demi menarik simpati manusia. Tanpa bermaksud merendahkan sesama manusia, namun para manusia bagi mereka, sangat tidak pantas untuk dijadikan sumber simpati, penghargaan dan penghormatan. Itu terlalu murah dan rendah dibandingkan dengan simpati, penghargaan dan penghormatan dari Allah. Simpati yang mereka cari adalah yang bersumber dari Allah Azza wa Jalla. Karenanya mereka tidak pernah berlagak khusyu’ dan zuhud di hadapan manusia, lalu kehilangan saat berhadapan dengan Allah karenanya.
Mereka gembira bila apa-apa yang dikerjakannya tidak diketahui oleh orang, dan hanya diketahui oleh Allah, sehingga terciptalah kemesraan itu. Sebagaimana ungkapan imam Syafi’i (Ah, siapa yang tidak kenal imam yang satu ini). Dorongan keikhlasan yang kuat mendorongnya suatu ketika untuk mengataka, “Sungguh aku mengangankan andai saja manusia dapat mengetahui ilmu (yang kuajarkan) ini tanpa ada satupun yang dinisbatkan kepadaku selama-lamanya, sehingga dengan begitu aku mendapatkan pahala tanpa perlu mendapatkan pujian manusia.
Mari, anak-anakku, kita telisik lebih jauh menenai sang Al-Akhfiya ini.
Anakku, para pendaki spiritual lebih asyik dalam kesendirian dan kerahasiaannya bersama Allah, dan banyak terminologi tasawuf yang merepresentasikan dan mengindikasikan hal itu, semisal khalwat, munajat, khafi, dzikr khafi, sirr, sirrul-asrar, dan banyak istilah lainnya.
Karena ketersembunyian, ketertutupan dan kerahasiaan ini pulalah, sehingga para salik (pejalan Ilahi) sering pula disebut sebagai al-akhfiya (orang-orang tersembunyi). Setidaknya titel itulah yang disematkan oleh Walid bin Sa’id Bahkum pada orang-orang yang beribadah secara sembunyi-sembunyi. Sebagaimana yang ditulis dalam bukunya, Al-Akhfiya-al-Manhaj was-Suluk, Walid menunjuk al-akhfiya ini pada orang-orang yang mengetahui bahwa salah satu syarat diterimanya amal adalah al-ikhlas lilllah.
Dalam setiap amal yang dilakukannya, melulu diniatkan hanya untuk menggapai keridhaan Allah. Ketika mereka menyadari betul pentingnya ikhlas ini, maka mereka pun berjuang keras untuk menyembunyikan beragam amalnya itu, karena mereka sangat ingin sekali amalnya diterima, lalu seluruh getaran hati yang mengarah pada sifat riya pun mereka hindari jauh-jauh. Maka amal salih yang mereka lakukan hanya tersembunyi antara mereka dengan Allah, dan tak ada seorang pun yang mengetahuinya.
Sebagaimana yang diyakini oleh sufi kelahiran Irak, Al-Junaid rahimahullah, kaum al-akhfiya mendefinisikan ikhlas dengan: “Rahasia antara Allah dan seorang hamba yang tidak diketahui oleh malaikat sehingga mencatatnya, tidak diketahui oleh syaitan sehingga merusaknya, dan tidak bisa diendus oleh hawa nafsu sehingga memalingkannya.”
Mereka sangat tergugah sekali dengan sabda Nabi: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang kaya (mencukupkan apa adanya), dan yang beribadah secara khafi (sembunyi-sembunyi)” (HR Muslim dalam Az-Zuhd).
Dalam riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaqi, Nabi juga bersabda: “Sebaik-baik dzikir adalah dzikir khafi (diam-diam/tersembunyi), dan sebaik-baik rezeki adalah yang memberikan kecukupan.”
Sementara dalam Shahihut-Targhib wat-Tarhib ada sebuah riwayat yang di-tahqiq oleh Al-Albani yang menyebutkan bahwa Nabi bersabda: “Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi itu memadamkan kemarahan Rabb (Allah) Tabaraka wa Ta’ala.”
Riwayat-riwayat semacam inilah yang mendorong kaum al-akhfiya untuk merahasiakan berbagai macam amal kebajikannya dari pandangan manusia, karena mereka takut dihinggapi sifat riya, sum’ah, dan ‘uzub (arogan). Dan ketika banyak orang yang enggan memberikan sumbangan sosial bila tidak diliput oleh media massa, maka penting sekali kita menyimak narasi kehidupan cicit Rasulullah, yaitu Ali bin Husain.
Abu Hamzah Ats-Tsumali menuturkan bahwa Ali bin Husain memanggul karung berisi roti di atas pundaknya pada malam hari, yang dibagi-bagikannya kepada orang-orang miskin dalam kegelapan. Ia juga berujar: “Sedekah pada malam yang pekat memadamkan kemurkaan Allah.” Muhammad bin Ishaq bercerita: “Penduduk Madinah bisa mengenyam penghidupan, namun mereka tidak tahu dari mana sumber penghidupan mereka itu. Begitu Ali bin Husain meninggal, serta merta penghidupan mereka pun lenyap. Rupanya, beliaulah yang membawanya pada malam hari.”
Sementara Amr bin Tsabit bertutur: “Ketika Ali bin Husain meninggal, mereka mendapati bekas di punggungnya karena memikul karung pada malam hari ke rumah-rumah para janda.”
Anjuran untuk beribadah secara sembunyi-sembunyi ini bukan hanya menyangkut sedekah, tapi juga dalam banyak ibadah lainnya, seperti shalat, puasa, menangis, berdoa, membaca Alquran, atau aktivitas keilmuan. “Saya ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini, dan tidak menisbahkannya sedikit pun pada saya selama-lamanya” ujar Imam Syafi’i, “Agar aku diberi pahala karenanya, dan mereka tidak memuji aku.” Artinya, Imam Syafi’i menduga bahwa puji-pujian manusia terhadap dirinya itu bisa mengurangi pahala dan mencoreng sifat khifa (ketersembunyian) yang menjadi tambatan orang-orang salih.
Persoalannya adalah, apakah kita harus selalu melaksanakan seluruh amal Islam dengan cara sembunyi-sembunyi? Tentu saja tidak, karena banyak pula amal ibadah yang harus diperlihatkan pada manusia. Kalau para Salafus Salih banyak yang menyembunyikan amalnya, maka hal itu mereka lakukan karena khawatir dihinggapi sifat riya dan sum’ah. Bila kita cukup yakin bahwa dengan menampakkan amal kita, keikhlasan kita bisa terjaga, bahkan agar orang lain pun ikut mengamalkannya, mengapa tidak
Lagi pula, beribadah secara rahasia dan sembunyi-sembunyi itu adalah dalam kerangka untuk memperkaya batin dan rohani kita agar lebih kokoh dan lebih tegar, sehingga tidak terombang-ambing oleh pesona dan gemerlapnya dunia. Lebih-lebih ketika kekuatan musuh makin beringas terhadap umat Islam sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini. Perjuangan personal saja tidak cukup, melainkan harus terhimpun dalam sebuah kekuatan massal yang dapat menggentarkan lawan.
Lihatlah Nabi kita, pada awalnya Muhammad melakukan tahannuts dan berdialog dengan Allah secara rahasia dan seorang diri. Namun begitu ada perintah agar mendeklarasikan Islam dengan terang-terangan, maka Rasulullah pun menunaikannya dengan sigap. Wallahu a’lam.
Nah anak-anakku, cukuplah persoalan al-akhfiya untuk kalian hari ini. Aku doakan, semoga kalian dapat belajar dari seorang al-akhifya (orang-orang yang tersembunyi), dan menjadi salah satunya. Amin.
Etika Pergaulan Laki-laki dan Wanita Menurut Islam
1. Menundukkan pandangan: ALLAH
memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan
pandangannya, sebagaimana firman-NYA;
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya. (An-Nuur: 30) Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada
kaum wanita beriman, ALLAH berfirman;
Dan
katakanlah kepada wanita yang beriman:
Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya. (An-Nuur: 31)
2. Menutup Aurat; ALLAH berfirman dan jangan lah
mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali
yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah
mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya.
(An-Nuur: 31)
Juga Firman-NYA;
Hai nabi,
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:
Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan
ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (An-Nuur: 59).
Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua
jenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri .a. berkata:
Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang
lelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan
wanita jangan melihat aurat wanita.
3. Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita;
Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang
berbeda jenis, harus disampaikan dari balik tabir
pembatas. Sebagaimana firman-NYA;
Dan apabila
kalian meminta sesuatu kepada mereka (para
wanita) maka mintalah dari balik hijab. (Al-Ahzaab: 53)
4. Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan
Perempuan;
Dari Ibnu Abbas .a. berkata:
Saya
mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah
seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan
wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis
Riwayat Bukhari & Muslim) Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW
bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian
berdua-duan dengan seorang wanita, karena
syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat
Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih). Termasuk chating via internet dengan lawan jenis yang bukan mahrom juga dilarang.
5. Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan):
Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya
ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman
ALLAH SWT; Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian
tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu
bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda)
sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di
dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-
perkataan yang baik. (Al-Ahzaab: 32) Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa
etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para
isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita
mukminah lainnya, yaitu hendaklah dia kalau
berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu,
dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia
berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir
3/350) 6. Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis; Dari
Maqil bin Yasar .a. berkata; Seandainya kepala
seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih
lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang
tidak halal baginnya. (Hadis Hasan Riwayat
Thabrani dalam Mujam Kabir) Berkata Syaikh al- Abani Rahimahullah; Dalam hadis ini terdapat
ancaman keras terhadap orang-orang yang
menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (Ash-Shohihah 1/44 Rasulullah SAW tidak pernah
menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat
penting seperti membaiat dan lain-lainnya. Dari
Aishah berkata; Demi ALLAH, tangan Rasulullah
tidak pernah menyentuh tangan wanita sama
sekali meskipun saat membaiat. (Hadis Riwayat Bukhari) Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan
wanita selain mahram, yang mana apabila
seseorang melanggar semuanya atau
sebahagiannya saja akan menjadi dosa zina
baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari
Abu Hurairah .a. dari Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak
adam bahagiannya dari zina, yang pasti akan
mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina
lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa
berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang
akan membenarkan atau mendustakan semuanya. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Daud)
Padahal ALLAH SWT telah melarang perbuatan zina
dan segala sesuatu yang boleh mendekati kepada
perbuatan zina. Sebagaimana Firman-NYA; Dan
janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan
yang buruk. (al-Isra: 32)
You have to learn Indonesian
http://learnindonesian.org/
http://www.hello-world.com/Indonesian/index.php
Pertanyaan:
Hukum Merayakan Ulang Tahun Dalam Pandangan Islam
Jawaban:
1. Ulang tahun bila sampai menjadi keharusan untuk dirayakan dianggap sebuah bid’ah. Sebab Rasulullah SAW belum pernah memerintahkannya, bahkan meski sekedar mengisyaratkannya pun tidak pernah
2. Ulang tahun adalah produk Barat / non muslim
3. Apakah Manfaat Merayakan Ulang Tahun? Yang dimaksud manfaat adalah apakah perayaan tersebut menambah iman, ilmu dan bernilai ibadah.
Syariat Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya.
Jangan sering membaca sesuatu yang singkat (Twitter) karena sesuatu sering tidak cukup dijelaskan dengan tulisan yang singkat meski dengan model bersambung/berseri. Dan juga bisa menimbulkan sifat malas membaca sesuatu yang panjang, padahal bisa saja itu sangat penting.
Aku lebih suka menyampaikan ide dan gagasan dengan Bahasa Indonesia karena aku orang Indonesia.
Aku suka ide dan gagasan ku juga bisa mempengaruhi dunia internasional meski ku tulis dengan Bahasa Indonesia.
Kalau orang berkomentar kenapa tidak pakai bahasa inggris agar bisa go internasional? Maka ku jawab, sebaiknya orang asing belajar Bahasa Indonesia. Sudah saatnya bangsa lain memperhatikan orang Indonesia.
Indonesia juga bisa mengubah dunia menjadi lebih baik, maka jangan malu mengenalkan Bahasa Indonesia.
Ir. Soekarno: “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.
Kecanduan notifikasi dari social network bisa lebih parah akibatnya dari kecanduan narkotika. Tapi parah akibatnya bisa parah dalam arti baik dan bisa parah dalam arti jelek.
Yang mengartikan baik buruknya adalah pengguna social network itu sendiri.
Cinta Ku Bukan Sekedar Rindu Tapi Madu
Kebiasaan Membaca dan Menulis
Adanya social network merubah kebiasaan manusia modern baik di perkotaan mau di perdesaan. Dengan akses internet, masyarakat mampu berkomunikasi via internet. Saat ini sedang digandrungi social network, facebook, twitter dan google+.
Kebiasaan membaca dan menulis menjadi kegiatan setiap hari. Dulu sebelum ada social network, saya yakin, banyak orang malas membaca dan menulis. Sekarang, setiap orang menulis apa yang sedang dilakukan atau dirasakan di social network, dan membaca apa yang orang lain tulis di social network.
Hal yang positif kebiasaan membaca menjadi budaya. Tapi tahukah apa yang dibaca itu yang bisa saja kita lakukan. Jadi sangat penting berpikir sebelum menulis dan sangat penting apa yang harus dibaca.
Membaca tulisan yang pendek dan sering (twitter) bisa menyebabkan seseorang malas membaca tulisan yang panjang yang membahas topik secara luas dan dalam. Dan ini menyebabkan kualitas berpikir seseorang menjadi dangkal.
Memang membaca itu bagus, dan menulis juga bagus. Tapi membaca apa dulu, dan menulis apa dulu.
Kalau sering menulis kebiasaan di social media sah-sah saja, tapi efeknya bagi yang baca? bisa dibilang kurang bermanfaat.
Bagi yang merasa ada ilmu yang perlu di bagi sebaiknya membaginya melalui blog, dan social media (facebook, google+) yang mampu menampung karakter yang panjang, agar ide dan gagasannya bisa sampai dengan baik kepada orang lain.
Jangan meremehkan kebiasaan menulis status di social network, dan jangan meremehkan potensi social network untuk menyampaikan ide dan gagasan kepada orang lain.
Warm Regards,
Widi
Pendidikan
Mobil Esemka bagus banget ya.
Kalau mau sekolah di SMk yang berkualitas mahal ga? Kalau mahal sama aja dong, kesenjangan pendidikan untuk si miskin dan si kaya berbeda.
Pendidikan Islam juga sudah di komersialkan. Sekolah yang mengajarkan agama dengan mata pelajaran agama yang cukup lengkap dihargai MAHAL. Dan efeknya pendidikan agama sejak dini sulit didapat. Solusi dengan mengikuti pengajian didekat rumah. Pengajian yang diikuti juga harus ada kurikulum yang baik agar ilmu yang dipelajari tidak asal pembahasan.
Maulid Nabi
merayakan/mengadakan acara khusus utk beliau di
hari lahirnya Rasulullah?
Kira2 kado apa yg tepat utk beliau?
Dulu sahabat beliau pernah kasih hadiah apa di hari
ulang tahun beliau?
Masih ingat mouse ini?
Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone
HP DITENTENG DI JALAN
- BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always bbm)
- Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
- Iphone : Gpp, seneng aja megangnya. (always bangga)
DI DALAM CAFE SENDIRIAN
- BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
- Iphone/Android : senyum2, baca tret di kaskus “ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe”
NGECHARGE HP SAMBIL DI PAKE
- BB : lagi tanggung neh, si A curhat seru banget di grup.
- Iphone : lagi tanggung neh, bentar lagi level 200 selese gw.
- Android : lagi tanggung neh, download rom baru, ga sabar pengen ngeflash.
STATUS BUSY DI MESSAGING
- BB : ga bisa diganggu, lagi nyetir. (hanya nyetir yang bisa menghentikannya)
- Iphone : busy. “ga sengaja ke sync itunes, ilang deh apps gw” (for jailbreak users only)
- Android : not available, “lagi ngeflash rom” (almost all users)
LAGI SENENG
- Android : Horeee, akhirnya Hp gw dapet ICS, download… download
- Iphone : Horeee, akhirnya tamat juga neh game. Maen apaan lagi yah?
- BB : Horeee, akhirnya keluar juga BB gw dari service center.
NYASAR DI JALAN
- BB
A = BB user
T = temen yang nyupir
A : “bentar gw bbm temen gw yah… Oi ciiinnn, ke airport dari Jl. A lewat mana?”.
T : “udah dibales belom, kok lama?”.
A : “bentar lagi pending”.
T : “hadeehhh….”
- Iphone
B = Iphone user
S = SIRI
B : “tenang ada SIRI”.
S : “What can I helped you sir B”.
B : “Show me the way to aerpot”.
S : “Sorry sir B, I don’t understand the meaning of Aerpot”.
- Android
C = Android User
T = Temen yang nyetir
C : “Tenang ada Google Maps…. oke dapet… 100 meter depan belok kiri”.
T : “ohh oke… 100 meter kan… bukan belokan di depan berarti”.
C : “ehh… loh.. kyknya yang itu deh”.
T : “Lah katanya 100 meter?”.
C :”Maap lagi dapet EDGE, Accuracy 1000 meter “.(akurasi google maps tidak cukup hanya gps, butuh signal juga. Kecuali pake 3rd party seperti ndrive/papago)(pengucapan yang salah tidak akan dimengerti oleh SIRI)
APLIKASI
- Iphone : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, cmn mahal juga yah 25 dollar. Nabung dulu deh.(menghargai hasil kerja orang lain)
- Android : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, download ahh dari blapkmarket/pandaapp/apktop /4*shared/filestube. (hidup petani )
- BB : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, ada yang buat BB ga yah?? (so sorry to heard that)
GAME ONLINE
- Iphone : “Ayo coba lawan karakter Homerun 3D gw”
- Android : “Sapa takut? buruan add gw.”
- BB : “Ya udah, gw kasih support aja deh buat kalian.”
BROWSING
- Android : “Beehh liat deh di website ini, keren euy”
- Iphone : “yahh pake flash yah, ga nongol di gue”
- BB : “ini web kok ngga muncul2 yah?”
YOUTUBE STREAMING
- Android : “Wakaka kocak neh video”
- Iphone : “Mana2… apa judulnya?? Haha iya gebleg banget”
- BB : “Berisik… boros pulsa tau….”
DEBAT DEVICE
A = Android freak
I = Iphone freak
B = Blackberry freak
A : “android is the best”
I : “iphone lah lebih mantab”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”
A : “tapi google maps gw paling lengkap petanya”
I : “gw juga punya google maps, game gw lebih banyak”
A : “ahh… game terkenal iphone bentar lagi juga ada di android, elo kan ga bisa dioprek sistemnya”
I : “gw bisa di jailbreak kok, tapi SIRI gw keren abis”
A : “lebih responsif juga google voice gw, elo kan ga bisa jalanin flash”
I : “ngapain flash kan berat, mending html5″
A : “kalo itu sih gw juga bisa, terus….(dipotong oleh B)”
B : “tapi kalian berdua kan ga punya BBM”
BELI HP BARU
Iphone : beli ini untuk 1-2thn kedepan (mencari efisiensi)
BB : ini BB gw yang terakhir (mencari-cari alasan)
Android : Anjriiittt, udah mau keluar lagi yang baru (mencari duit tambahan )
PERJALANAN HP
- Iphone
2G : Pelopor Full touchscreen
3G : Pelopor smartphone tipis
3GS: Pelopor kenaikan IOS di dunia
4 : Pelopor HD Display
4S : Pelopor ganti iphone baru
- Android
1.5 : Bener-bener pemain baru
1.6 : Benerin yang 1.5
2.1 : Bener-bener niat ngejar IOS
2.2 : Mesti banyak dibenerin
2.3 : Bener-bener ueeenaaakk dipake
3.0 : Bener-bener buat tab
4.0 : Bener-bener deh… masa device gw ga dapet
- BB
Pearl : Yang penting BB
Curve : Yang penting BBM
Bold : Yang penting Keren
Storm : Yang penting Touchscreen
Onyx : Yang penting buat kerja
Torch : Yang penting style dapet, touchscreen dapet
Dakota, Bellagio, Apollo : Yah ga penting-penting amat, yang penting BB baru
(copas dari temen)
